Kuliah Umum: Peluang dan Tantangan Industri Keuangan dan Pasar Modal di EraDigital Bersama OJK, BEI, dan BRI Danareksa Sekuritas di UNIMA

Tondano, 3 Maret 2026 – Kuliah umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado mengangkat topik yang relevan saat ini bagi dunia akademik dan perkembangan industri Keuangan “Peluang dan Tantangan Industri Keuangan dan Pasar Modal di Era Digital”. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Rektor UNIMA, Dr. Joseph Kambey, S.E., Ak., MBA. Kuliah umum yang dilaksanakan di Gedung Training Center UNIMA dihadiri lebih dari 600 peserta, terdiri dari mahasiswa dan dosen, tidak hanya menyajikan informasi yang sangat bermanfaat tetapi juga berlangsung secara interaktif, menarik, dan menyenangkan.

Rangkaian Acara dan Pemaparan Materi

Kegiatan dimulai dengan pembukaan dari MC, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Kuliah umum resmi dibuka oleh Dekan Dr. Sjeddie R. Watung, MAP tetapi sambutan dibawakan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan Dr. Ir. Ramon A. F. Tumiwa, M.M. Sesi kedua menghadirkan pembicara dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diakhiri oleh BRI Danareksa Sekuritas yang merupakan bagian dari dunia keuangan. Pemaparan diawali oleh Ibu Eunike Gratia Marentek (Asisten Manajer OJK SulutGoMalut) yang memaparkan tema-tema penting mengenai peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen di bidang jasa keuangan (seperti perbankan, pasar modal, dan asuransi).

Risikonya termasuk pengelolaan keuangan yang buruk hingga investasi yang tidak jelas. Memahami pasar modal dapat diibaratkan sepertinya mal, di mana perusahaan sekuritas berperan sebagai penjual, sedangkan saham dan obligasi sebagai barang yang diperjualbelikan. Pada era digital saat ini, tantangan seperti informasi palsu (hoax) dan
kejahatan finansial harus dihadapi dengan memastikan bahwa setiap transaksi keuangan adalah legal dan logis.

Selanjutnya, Pak Mario Iroth yang juga narasumber dari BEI menekankan bahwa di sektor pasar modal, teknologi digunakan untuk pelatihan, sertifikasi, dan analisis saham (misalnya penggunaan AI untuk membaca grafik candlestick).

Terakhir, Bapak Zulkarnain Karundeng dari BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa saham merupakan bukti kepemilikan modal perusahaan dengan potensi keuntungan dari capital gain dan dividen, reksa dana sebagai sarana investasi yang dikelola oleh manajer, dan obligasi sebagai surat utang. Pada platform BRIGHTS, tersedia fitur untuk rekomendasi saham seperti BBB (saham dengan potensi tinggi), Stock Pick (saham pilihan), dan TP fundamental (target analisis) untuk para investor.

Interaksi, Apresiasi, dan Antusiasme Peserta

Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dari tingginya keterlibatan selama sesi tanya jawab. Sebagai bentuk penghargaan, setiap narasumber memberikan hadiah kepada para penanya serta beberapa peserta yang berani menjawab pertanyaan kuis, berupa coklat SilverQueen, uang tunai, dan saldo e-wallet.

Acara ditutup dengan penyerahan doorprize kepada mahasiswa yang berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan menjawab kuis, diikuti doa penutup.

Penutup

Kegiatan ini diselenggarakan antara Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) B-SMART UNIMA dengan mengundang OJK SulutGoMalut, BEI Sulut-Gorontalo, dan BRI Danareksa Sekuritas sekaligus dikemas sebagai bagian dari program kerja dan sebagai bentuk implementasi dari kegiatan terkait pasar modal, sehingga dapat membantu mahasiswa memahami aspek-aspek dunia pasar modal. Dalam acara ini diharapkan menjadi langkah yang menginspirasi bagi generasi muda Sulawesi Utara, khususnya mahasiswa FEB UNIMA, untuk lebih mengenali peluang dan tantangan yang ada dalam industri keuangan serta pasar modal di era digital. Harapannya acara serupa dapat terus diadakan di masa depan dan menjangkau lebih banyak audiens termasuk mahasiswa dan dosen yang siap berpikir kritis terhadap peluang dan tantangan dalam era digital yang semakin kompetitif ini.