

Wakil Rektor III Universitas Negeri Manado baru-baru ini berhasil menyelenggarakan pelatihan mengenai Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) melalui program Holitik Pembinaan dan Pemberdayaan desa di Desa Kiawa Dua di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Program ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, petani, dan anggota kelompok masyarakat yang tertarik mengoptimalkan potensi pekarangan mereka untuk menciptakan pangan yang bergizi dan bernilai ekonomi.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Fuad Hilmi Sudarman, M.K.M, Dosen Universitas Negeri Manado, yang membahas Pekarangan Pangan Bergizi, serta Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, yang memberikan wawasan tentang pengelolaan pekarangan bergizi. Materi pelatihan mencakup teknik-teknik pertanian seperti vertikultur, hidroponik, dan tumpang sari, yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam berbagai jenis tanaman bergizi, termasuk sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga (TOGA).
Menurut Fuad Hilmi Sudarman, konsep P2B bukan hanya tentang menyediakan pangan sehat, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada pasar, serta meningkatkan pendapatan keluarga melalui hasil pekarangan yang bisa dijual atau diproses menjadi produk bernilai tambah. “Dengan pengelolaan yang tepat, pekarangan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus membuka peluang usaha mikro di desa,” ujar Fuad.
Selain itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya lokal untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui teknik-teknik seperti pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan irigasi tetes, peserta diharapkan dapat mengelola pekarangan mereka secara efisien, meski dengan keterbatasan lahan dan sumber daya.
Pelatihan ini juga mencakup materi tentang manajemen keuangan usaha pekarangan, yang akan membantu peserta dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran dari hasil pekarangan mereka. Para peserta belajar cara mencatat keuangan, serta cara memasarkan produk melalui media sosial, membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Sebagai luaran dari pelatihan, sebuah booklet panduan praktis mengenai pengelolaan pekarangan pangan bergizi telah disiapkan dan dibagikan kepada seluruh peserta. Booklet ini berisi informasi tentang budidaya dan memanfaatkan hasil pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
