Manado — Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado (FEB Unima) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas bagi Pemuda Jemaat GMIM Bethel Winangun”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gereja GMIM Bethel Winangun dan diikuti oleh para pemuda jemaat setempat sebagai peserta utama.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Stanny S. Rawung, S.E., M.M, dengan anggota pelaksana Supriyanto, S.E., M.Si, Pebisitona Mesajaya Purba, S.E., M.Ak, Cristofer Sumiok, S.E., MSA, dan Andrew P. Marunduh, S.E., MSA. Kelima dosen tersebut merupakan bagian dari sivitas akademika FEB Unima yang secara konsisten mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Negeri Manado Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendorong pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen di lingkungan Unima.
Kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap potensi ekonomi kreatif di kalangan generasi muda, khususnya yang berada dalam lingkup komunitas keagamaan. Pemuda jemaat dipandang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri, mengingat mereka memiliki jaringan sosial yang kuat serta semangat kebersamaan yang tinggi dalam wadah pelayanan gereja.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian FEB Unima berupaya membekali para pemuda dengan pemahaman dasar mengenai konsep ekonomi kreatif, strategi pengembangan usaha berbasis komunitas, serta pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam menciptakan peluang usaha baru. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan potensi ekonomi kreatif lokal, penguatan manajemen usaha sederhana, hingga strategi pemasaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua tim pengabdian, Dr. Stanny Rawung, S.E., M.M, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendampingi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih berdaya secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi kreativitas yang dimiliki. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan komunitas keagamaan sebagai salah satu strategi efektif dalam membangun kapasitas ekonomi masyarakat dari akar rumput.
Kegiatan turut mendapat sambutan positif dari pihak gereja dan para pemuda jemaat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan tanya jawab yang berlangsung sepanjang kegiatan, khususnya terkait peluang usaha yang dapat dikembangkan bersama dalam komunitas.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen FEB Unima berharap para pemuda jemaat GMIM Bethel Winangun dapat semakin terbuka wawasannya mengenai ekonomi kreatif dan terdorong untuk mulai merintis usaha berbasis komunitas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan komunitas keagamaan dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di berbagai lapisan.
