
Manado – Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang dilaksanakan oleh tim pelaksana dari Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Desa Tiberias, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Tani & Nelayan Tiberias Menuju Desa Mandiri Ekonomi Berbasis Agroindustri”, program ini bertujuan memperkuat kapasitas kelompok tani dan nelayan melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan keterampilan manajemen usaha, serta pengembangan strategi pemasaran produk berbasis digital.
Kegiatan pemberdayaan melibatkan mitra lokal, yaitu Kelompok Tani Berkat Dua dan Kelompok Nelayan Ronphodang, dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pelatihan pengelolaan keuangan, pembentukan UMKM, pemasaran produk, serta pendampingan pengolahan hasil pertanian dan perikanan.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan dukungan teknologi berupa alat penanam jagung, mesin penepung, serta mesin pencacah yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi untuk membantu pencatatan dan pelaporan keuangan usaha secara lebih tertata sesuai standar yang berlaku.
Pada sektor pertanian, program ini turut mendukung peningkatan produktivitas jagung melalui penggunaan alat penanam modern yang dapat menghemat waktu dan tenaga dalam proses budidaya. Sementara pada sektor perikanan, inovasi mesin penepung membantu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan dengan mengolah produk menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain penguatan produksi, aspek pemasaran juga menjadi perhatian utama. Masyarakat diberikan pendampingan dalam pemanfaatan platform digital seperti Shopee, Tokopedia, Meta Ads, dan WhatsApp Business untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk UMKM desa.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan berbagai capaian positif, di antaranya terbentuknya sistem operasional dan perawatan alat produksi, peningkatan kemampuan masyarakat dalam pembukuan digital, peningkatan hasil panen jagung, serta pengembangan usaha pengolahan ikan teri. Program ini juga mendorong peningkatan kapasitas kelompok nelayan melalui pengembangan produk olahan dengan kapasitas produksi yang lebih baik.
Meski demikian, pelaksanaan program menghadapi sejumlah tantangan, seperti faktor cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño yang memengaruhi hasil tangkapan ikan dan produktivitas tanaman jagung. Kondisi lahan yang kering serta keterbatasan saluran pengairan juga menjadi kendala dalam pengembangan pertanian.
Namun, dukungan pemerintah desa, partisipasi aktif kelompok masyarakat, serta pendampingan berkelanjutan dari tim pelaksana menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Ke depan, tindak lanjut kegiatan akan diarahkan pada finalisasi dan sosialisasi standar operasional prosedur (SOP), pengujian kualitas produk, pendampingan pembukuan bulanan, penguatan kemasan, serta optimalisasi pemasaran digital.
Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan ini, Universitas Negeri Manado bersama masyarakat Desa Tiberias berkomitmen menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan berbasis potensi agroindustri lokal.
