Dosen UNIMA Perkuat Manajemen SDM Sekolah melalui Pelatihan AutoProctor dan Evaluasi Digital di SD Inpres Kakas


Kakas, 10 Agustus 2026 — Universitas Negeri Manado (UNIMA) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan program “Penguatan Manajemen SDM Sekolah melalui Integrasi Aplikasi AutoProctor dan Pendekatan Deep Learning dalam Optimalisasi Sistem Evaluasi Digital” di SD Inpres Kakas, Desa Paslaten, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi sivitas akademika UNIMA dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan, khususnya dalam menghadapi tuntutan transformasi digital dalam proses pembelajaran dan evaluasi.
Kegiatan dipimpin oleh Anas Romzy Hibrida, S.Sos., MM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado, dengan bidang kepakaran Manajemen Sumber Daya Manusia. Program diarahkan untuk membantu guru dan tenaga pendidik meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari sistem evaluasi pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai evaluasi digital, pemanfaatan teknologi dalam proses evaluasi, serta pengenalan dan praktik penggunaan AutoProctor. Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui demonstrasi, diskusi, praktik langsung menggunakan perangkat komputer/laptop, dan pendampingan kepada peserta.
Dokumentasi kegiatan menunjukkan peserta mengikuti proses pelatihan secara aktif. Para peserta tampak melakukan praktik menggunakan perangkat digital, mengikuti demonstrasi melalui layar proyektor, serta mengerjakan instrumen yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Foto: Penjelasan Autoproctor


Pendekatan deep learning dalam kegiatan ini diterapkan melalui proses pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung, pemahaman konsep, praktik, diskusi, refleksi, dan pemecahan masalah. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada aplikasi, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam pekerjaan dan pengelolaan evaluasi pembelajaran di sekolah.
Salah satu bagian penting kegiatan adalah evaluasi kemampuan peserta melalui pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi yang disusun dalam laporan kegiatan, pemahaman peserta mengenai evaluasi digital menunjukkan peningkatan dari 62,50% pada pre-test menjadi 84,38% pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 21,88 poin persentase.
Pada aspek keterampilan praktik, sebanyak 13 dari 15 peserta atau 86,67% mampu mengikuti praktik penggunaan sistem sampai pada tahapan yang ditentukan. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta.
Selain pelatihan, program juga diarahkan pada keberlanjutan melalui penyediaan panduan/SOP evaluasi digital dan pendampingan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu sekolah melanjutkan penerapan evaluasi berbasis digital setelah kegiatan utama selesai.
Dalam pelaksanaan kegiatan, terdapat beberapa tantangan, terutama perbedaan tingkat penguasaan teknologi di antara peserta, penyesuaian penggunaan perangkat, serta aspek konektivitas. Tim pelaksana merespons kondisi tersebut melalui demonstrasi ulang, pendampingan langsung, pengulangan praktik, dan pemberian panduan penggunaan secara bertahap.
Anas Romzy Hibrida menyampaikan bahwa transformasi digital di sekolah tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat atau memperkenalkan aplikasi. Penguatan kapasitas manusia yang menggunakan teknologi merupakan bagian penting agar transformasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pemanfaatan teknologi dalam evaluasi pembelajaran harus berjalan bersama dengan peningkatan kompetensi guru. Karena itu, kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan aplikasi, tetapi diarahkan pada praktik, pendampingan, dan penguatan kemampuan peserta untuk menggunakan teknologi secara mandiri,” demikian substansi kegiatan yang disampaikan tim pelaksana.
Melalui kegiatan tersebut, UNIMA terus mendorong penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Program PkM ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi sekolah sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *